Bagaimana Proses Pengiriman Container dari Pickup sampai Barang Tiba?
Home / Artikel Container

Bagaimana Proses Pengiriman Container dari Pickup sampai Barang Tiba?

Pelajari proses pengiriman container FCL dari cek rute, booking, stuffing, sealing, masuk pelabuhan, kapal berangkat, hingga delivery tujuan.

Tarif Pengiriman Container dapat berubah sewaktu-waktu. Hubungi team marketing untuk informasi terbaru.
⚠️ Catatan Layanan

Proses di bawah menjelaskan pengiriman FCL dry container 20FT/40FT antar pulau. LSJ Container melayani barang minimal 1 container penuh.

Kami tidak melayani LCL/paket kecil, sewa container kosong, reefer, curah, atau limbah B3.

ALUR PENGIRIMAN CONTAINER

Bagaimana Proses Pengiriman Container dari Pickup sampai Barang Tiba?

Panduan lengkap proses pengiriman container FCL: mulai dari cek rute, booking, stuffing, sealing, masuk pelabuhan, berangkat kapal, sampai delivery ke alamat tujuan.

Banyak customer baru yang ingin memakai container, tetapi belum tahu alur kerjanya. Padahal, memahami proses pengiriman container sangat penting agar jadwal produksi, stok barang, dan penerimaan di tujuan bisa direncanakan dengan baik.

Secara garis besar, pengiriman container FCL terdiri dari beberapa tahap: cek kebutuhan, booking container dan kapal, pickup atau stuffing barang, segel container, pengiriman ke pelabuhan, pelayaran, bongkar di pelabuhan tujuan, lalu delivery ke alamat akhir.

Ringkasan alur
  1. Cek rute, jenis barang, volume, dan berat.
  2. Pilih container 20FT atau 40FT.
  3. Cek jadwal kapal dan ketersediaan space.
  4. Booking dan persiapan dokumen.
  5. Penarikan container dan stuffing/loading barang.
  6. Sealing container dan masuk pelabuhan.
  7. Kapal berangkat dan container tiba di pelabuhan tujuan.
  8. Delivery ke alamat penerima.

1. Cek Rute, Jenis Barang, Volume, dan Berat

Tahap pertama adalah mengumpulkan informasi dasar pengiriman. Tim ekspedisi perlu mengetahui kota asal, kota tujuan, alamat pickup, alamat delivery, jenis barang, jumlah koli atau palet, estimasi volume, dan estimasi berat.

Informasi ini menentukan apakah pengiriman cocok memakai container 20FT atau 40FT, apakah akses lokasi memadai untuk trucking container, dan apakah barang termasuk kategori yang dapat diterima oleh pelayaran.

2. Memilih Container 20FT atau 40FT

Pemilihan container tidak hanya berdasarkan banyaknya barang, tetapi juga karakter barang. Barang berat dan padat sering lebih cocok memakai 20FT, sedangkan barang ringan tetapi volumenya besar biasanya lebih cocok memakai 40FT.

20 FEET
± 28 CBM
Cocok untuk barang berat, material proyek, mesin, dan sparepart.
40 FEET
± 58 CBM
Cocok untuk barang volume besar, karton, furniture, dan consumer goods.

3. Cek Jadwal Kapal dan Ketersediaan Space

Setelah ukuran container ditentukan, tim ekspedisi akan mengecek jadwal kapal dan ketersediaan space untuk rute tujuan. Setiap rute memiliki jadwal yang berbeda. Ada rute yang berangkat beberapa kali seminggu, ada juga yang membutuhkan waktu tunggu lebih lama.

Di tahap ini, customer sebaiknya sudah memberi target kapan barang siap dimuat dan kapan barang dibutuhkan di tujuan. Ini membantu tim operasional memilih jadwal yang paling sesuai.

4. Booking dan Persiapan Dokumen

Setelah jadwal disetujui, proses booking dilakukan. Data yang biasanya dibutuhkan meliputi nama pengirim, nama penerima, alamat, jenis barang, jumlah container, dan instruksi pengiriman.

Untuk barang tertentu, dokumen tambahan bisa diperlukan. Karena itu, jenis barang harus dijelaskan sejak awal agar tidak ada kendala saat masuk pelabuhan atau proses pelayaran.

5. Penarikan Container dan Stuffing Barang

Setelah booking siap, container ditarik menuju lokasi muat atau barang dibawa ke titik stuffing. Proses memasukkan barang ke dalam container disebut stuffing.

Pada tahap ini, barang harus ditata dengan rapi agar tidak mudah bergeser selama perjalanan. Barang berat sebaiknya ditempatkan di bawah, distribusi beban harus seimbang, dan barang yang mudah rusak perlu diberi pengaman tambahan.

Catatan penting: biaya tenaga bongkar muat di lokasi pickup atau delivery bisa berbeda-beda tergantung kesepakatan layanan. Pastikan hal ini dikonfirmasi sejak awal.

6. Sealing Container dan Masuk Pelabuhan

Setelah barang selesai dimuat, pintu container ditutup dan diberi seal. Nomor seal penting untuk memastikan container tidak dibuka sembarangan selama perjalanan.

Container kemudian dikirim ke pelabuhan asal untuk proses gate in, administrasi pelabuhan, dan persiapan loading ke kapal. Di tahap ini, keterlambatan stuffing bisa berisiko membuat container tertinggal jadwal kapal.

7. Kapal Berangkat dan Container Dalam Perjalanan

Setelah container dimuat ke kapal, perjalanan laut dimulai. Estimasi waktu pelayaran tergantung rute, apakah direct atau transit, cuaca, antrean sandar, dan kondisi operasional pelabuhan.

Untuk rute dekat seperti Surabaya ke Banjarmasin atau Makassar, lead time kapal bisa lebih singkat. Untuk rute Indonesia Timur seperti Papua atau Maluku, waktu tempuh bisa lebih panjang karena jarak dan pola pelayaran.

8. Bongkar di Pelabuhan Tujuan dan Delivery

Setelah kapal tiba, container dibongkar dari kapal dan diproses di pelabuhan tujuan. Jika layanan yang dipilih adalah door-to-door, container akan dilanjutkan ke alamat penerima menggunakan trucking.

Customer perlu memastikan akses lokasi tujuan memungkinkan untuk kendaraan container. Jika akses sempit, perlu disiapkan opsi bongkar di titik terdekat atau menggunakan armada lanjutan sesuai kondisi lapangan.

Mau kirim container tapi belum tahu alurnya?

Tim LSJ Container bisa bantu cek ukuran container, jadwal kapal, dan estimasi biaya berdasarkan rute serta detail barang Anda.

💬 Tanya Proses Pengiriman

Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Tanya Tarif

  • Kota asal dan kota tujuan.
  • Alamat pickup dan alamat delivery detail.
  • Jenis barang yang dikirim.
  • Estimasi berat dan volume barang.
  • Jumlah container yang dibutuhkan.
  • Target tanggal barang siap dimuat.
  • Apakah butuh door-to-door atau cukup port-to-port.

FAQ Proses Pengiriman Container

Berapa lama proses pengiriman container?

Tergantung rute. Estimasi pelayaran bisa mulai beberapa hari sampai lebih dari dua minggu untuk rute jauh. Waktu door-to-door juga dipengaruhi pickup, stuffing, jadwal kapal, dan delivery.

Apa itu stuffing container?

Stuffing adalah proses memasukkan dan menata barang ke dalam container sebelum container disegel dan dikirim.

Apakah container bisa langsung dikirim ke alamat tujuan?

Bisa jika menggunakan layanan door-to-door dan akses lokasi memungkinkan untuk armada container.

Apakah LSJ melayani LCL?

Tidak. LSJ Container fokus pada FCL, yaitu pengiriman minimal satu container 20FT atau 40FT.

Kota Asal Kota Tujuan Harga Minimal
← Geser untuk melihat lebih banyak →
Chat dengan Kami

Memuat kontak...

Pilih Kontak WhatsApp

Memuat kontak...

Pilih Kontak WhatsApp

Memuat kontak...