Penjelasan LOLO container atau Lift On Lift Off dalam logistik. Pahami fungsi, biaya handling, bedanya dengan trucking, freight, stuffing, dan storage.
Tarif Pengiriman Container dapat berubah sewaktu-waktu. Hubungi team marketing untuk informasi terbaru.| Kota Asal | Kota Tujuan | Harga | Minimal |
|---|
Penjelasan LOLO Container Dalam Logistik
Kenali arti LOLO atau Lift On Lift Off, kapan aktivitas ini dibutuhkan, bedanya dengan trucking dan freight, serta pengaruhnya dalam pengiriman container FCL.
Edukasi Container • Lift On Lift Off • Handling FCLLOLO container adalah singkatan dari Lift On Lift Off, yaitu proses mengangkat dan menurunkan container menggunakan alat handling seperti crane, reach stacker, atau container handler. Dalam logistik peti kemas, istilah ini sering muncul saat container dipindahkan dari depo ke chassis, dari chassis ke yard, atau saat ada kebutuhan handling di area pelabuhan maupun depo.
LOLO bukan nama layanan pengiriman utama. LOLO adalah aktivitas handling container yang bisa menjadi salah satu komponen dalam proses pengiriman FCL. Customer yang mengirim container 20FT atau 40FT perlu memahami istilah ini agar tidak bingung ketika melihat rincian biaya, alur operasional, atau penjelasan dari CS.
Dalam pengiriman container, biaya dan waktu tidak hanya dipengaruhi oleh freight atau kapal. Ada proses pickup, stuffing, handling, LOLO, trucking, masuk pelabuhan, bongkar muat, dan delivery. Jika salah satu tahap membutuhkan penanganan tambahan, estimasi biaya dan jadwal bisa ikut berubah.
LOLO container adalah proses memindahkan container dengan cara diangkat dan diturunkan memakai alat berat. Contohnya, container kosong di depo diangkat ke atas chassis truk, container isi diturunkan dari chassis ke area yard, atau container dipindahkan ke posisi lain karena kebutuhan operasional.
Istilah ini sering muncul dalam penawaran biaya, invoice depo, pembahasan handling, atau koordinasi pengiriman. Karena LOLO berkaitan dengan alat dan area operasional, prosesnya tidak dilakukan secara manual dan tidak sama dengan memindahkan barang satuan.
Container diangkat ke atas chassis, kapal, atau area tertentu sesuai kebutuhan operasional.
Container diturunkan dari chassis, kapal, atau posisi tertentu ke yard, depo, atau area bongkar.
Proses dilakukan dengan crane, reach stacker, forklift besar, atau container handler.
LOLO adalah aktivitas pendukung, bukan istilah utama untuk tarif kapal atau trucking.
LOLO dibutuhkan ketika container harus berpindah posisi dan tidak bisa cukup dipindahkan dengan truk saja. Misalnya container kosong perlu dinaikkan ke chassis di depo, container isi perlu diturunkan ke yard, atau ada permintaan pemindahan posisi karena jadwal, pemeriksaan, atau kebutuhan operasional.
Pada pengiriman FCL, LOLO dapat muncul di titik awal, titik transit, pelabuhan tujuan, atau depo. Apakah aktivitas ini terlihat sebagai biaya terpisah atau sudah masuk dalam paket layanan tergantung pada skema pengiriman, kebijakan lokasi, dan rincian penawaran.
Tidak selalu tampil sebagai item terpisah. Dalam beberapa penawaran, handling seperti LOLO bisa sudah termasuk dalam perhitungan operasional. Dalam kondisi lain, LOLO bisa muncul sebagai biaya tersendiri, terutama jika ada lift tambahan, perubahan posisi, perpindahan chassis, atau kebutuhan handling di luar proses standar.
Karena itu, customer sebaiknya tidak langsung menganggap semua biaya container sama. Mintalah penjelasan apakah penawaran sudah mencakup pickup, stuffing, trucking, freight, handling, delivery, dan biaya tambahan yang mungkin muncul jika ada perubahan kondisi lapangan.
| Istilah | Arti | Contoh dalam Operasional |
|---|---|---|
| LOLO | Lift On Lift Off, proses angkat-turun container. | Container diangkat dari depo ke chassis. |
| Trucking | Angkutan container memakai truk/chassis. | Truk membawa container dari gudang ke pelabuhan. |
| Freight | Biaya pengiriman utama, sering terkait pengapalan laut. | Biaya kapal dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. |
| THC | Terminal Handling Charge sesuai ketentuan terminal/pelayaran. | Biaya handling terminal yang mengikuti aturan terkait. |
| Storage | Biaya penumpukan jika melewati batas waktu tertentu. | Container terlalu lama berada di area pelabuhan/depo. |
Contoh sederhana: customer booking pengiriman FCL, container kosong disiapkan, container diangkat ke chassis, lalu truk menuju lokasi stuffing. Setelah barang dimuat dan container disegel, container dibawa ke pelabuhan untuk proses pengiriman. Di beberapa titik, aktivitas angkat-turun container dapat terjadi sesuai kebutuhan terminal atau depo.
Setelah kapal tiba di tujuan, container diproses di terminal, lalu dilanjutkan delivery ke alamat penerima. Jika akses lokasi tidak memungkinkan untuk bongkar langsung dari container atau membutuhkan perubahan skema, biaya handling tambahan bisa perlu divalidasi.
Depo container adalah salah satu tempat yang sering berkaitan dengan LOLO karena container kosong atau container tertentu perlu diangkat, dipindahkan, atau diturunkan. Di terminal pelabuhan, aktivitas handling juga mengikuti prosedur yang lebih ketat karena berkaitan dengan jadwal kapal, area penumpukan, dan alur bongkar muat.
Customer tidak selalu melihat proses ini secara langsung, tetapi efeknya bisa terasa pada biaya, waktu tunggu, atau kebutuhan jadwal. Karena itu, komunikasi dengan CS penting agar customer memahami mana biaya pengiriman utama dan mana biaya handling yang sifatnya mengikuti kondisi operasional.
Stuffing adalah proses memasukkan barang ke dalam container, sedangkan stripping adalah proses mengeluarkan barang dari container. LOLO berbeda dari keduanya karena LOLO memindahkan containernya, bukan memuat atau membongkar isi barangnya.
Namun ketiga proses ini saling berhubungan. Jika container perlu ditempatkan di lokasi stuffing, proses LOLO dan trucking bisa menjadi bagian dari persiapan. Jika lokasi bongkar tidak mendukung, proses stripping atau handling lanjutan bisa membutuhkan validasi tambahan.
Biaya LOLO dapat dipengaruhi oleh lokasi depo atau terminal, jenis container, status container kosong atau isi, kebutuhan lift tambahan, perubahan jadwal, jam operasional, dan kebijakan pihak terkait. Jika terjadi perubahan mendadak, biaya handling bisa berbeda dari rencana awal.
Untuk pengiriman FCL, faktor berat dan akses lokasi juga penting. Container yang berisi barang berat, barang proyek, atau muatan yang membutuhkan alat bongkar khusus perlu diinformasikan sejak awal agar risiko biaya tambahan dapat dikurangi.
Cara paling aman adalah menyiapkan data pengiriman sejak awal. Kirim jenis barang, berat, volume, dimensi, jumlah koli, alamat pickup, alamat tujuan, titik maps, akses truk container, dan jam operasional lokasi. Data ini membantu CS membaca apakah pengiriman bisa berjalan normal atau perlu validasi khusus.
Hindari perubahan mendadak setelah booking, seperti perubahan alamat, perubahan jumlah barang, perubahan jadwal stuffing, atau permintaan pemindahan container tanpa konfirmasi. Perubahan seperti ini dapat memicu handling tambahan, termasuk kemungkinan LOLO tambahan.
Jika customer belum tahu apakah LOLO akan muncul sebagai biaya tersendiri, cukup sampaikan kebutuhan pengiriman secara lengkap. CS dapat membantu menjelaskan komponen mana yang termasuk penawaran dan komponen mana yang perlu divalidasi sesuai kondisi operasional.
LSJ Container membantu customer yang membutuhkan pengiriman container FCL 20FT dan 40FT antar pulau. Dalam proses tersebut, istilah LOLO dapat muncul sebagai bagian dari penjelasan handling container, terutama jika ada kebutuhan angkat-turun di depo, terminal, atau kondisi operasional tertentu.
Customer dapat berkonsultasi dengan CS LSJ untuk mengecek rute, pilihan container, jadwal kapal, estimasi biaya, akses pickup, akses delivery, dan data yang perlu disiapkan sebelum booking. Untuk status pengiriman berjalan, update dapat dicek melalui admin/CS berdasarkan data booking.
LOLO container adalah Lift On Lift Off, yaitu proses mengangkat dan menurunkan container menggunakan alat handling seperti crane, reach stacker, atau container handler.
Tidak sama. LOLO adalah proses angkat-turun container, sedangkan trucking adalah pengangkutan container menggunakan truk atau chassis dari satu lokasi ke lokasi lain.
Tidak selalu tampil sebagai item terpisah. Pada beberapa skema, LOLO sudah termasuk dalam biaya operasional; pada kondisi tertentu, LOLO bisa menjadi biaya tambahan.
LOLO dibutuhkan saat container harus diangkat atau diturunkan di depo, yard, terminal, chassis, atau saat ada perubahan posisi dan handling tambahan.
LOLO memindahkan containernya dengan alat handling, sedangkan stuffing adalah proses memasukkan barang ke dalam container.
Kirim rute, jenis barang, berat, volume, dimensi, jumlah koli, alamat pickup, alamat tujuan, titik maps, akses truk container, dan jadwal kesiapan barang.
Butuh kirim container 20FT atau 40FT? Chat CS LSJ untuk cek rute, jadwal kapal, kebutuhan container, akses lokasi, dan estimasi biaya pengiriman.
Memuat kontak...
Memuat kontak...
Memuat kontak...